Gencar Diserang Fitnah Dan Isu SARA, Prabowo - Sandi Makin Diyakini Menang Telak
Jum'at, 28 Desember 2018
Faktakini.com, Jakarta - Dalam beberapa hari menjelang tutup tahun 2018 ini, mendadak gencar sekali badai fitnah dan isu Sara terhadap Prabowo - Sandi.
Prabowo dibilang kafir lah, Kristen sedang menyamar lah, murtad lah, merayakan Natal lah dan berbagai tuduhan lainnya yang ternyata terbukti semuanya hanya hoax dan pelintiran belaka.
Tetapi kita harus ingat bahwa saat ini sudah bulan-bulan terakhir Menjelang Pilpres 2019, hari Rabu 17 April 2019 nanti.
Maka itu badai fitnah ini mudah dipahami merupakan sebuah puncak kalap dan paniknya kubu yang sudah ketakutan bakal digilas habis oleh kemenangan telak Prabowo - Sandi di Pilpres 2019.
Hal ini jelas, karena beberapa lembaga survei menyatakan elektabilitas petahana sudah mentok dan cenderung merosot, sementara Prabowo - Sandi tak kenal jalan lain kecuali naik, naik dan terus naik.
Sehingga mungkin bagi kubu anti Prabowo - Sandi, strategi menyerang dan memfitnah Prabowo - Sandi dianggap akan bisa meredam laju meroketnya elektabilitas Prabowo - Sandi, padahal mereka salah.
Rakyat sudah cerdas dan tak bisa dibohongi lagi oleh hoax, fitnah dan isu-isu murahan. Masalah utama Indonesia adalah kegagalan ekonomi dan hal ini hanya satu obatnya yaitu Presiden gagal harus diganti.
Mayoritas rakyat sudah kompak hanya menginginkan satu hal: 2019 Ganti Presiden!
Faktakini.com, Jakarta - Dalam beberapa hari menjelang tutup tahun 2018 ini, mendadak gencar sekali badai fitnah dan isu Sara terhadap Prabowo - Sandi.
Prabowo dibilang kafir lah, Kristen sedang menyamar lah, murtad lah, merayakan Natal lah dan berbagai tuduhan lainnya yang ternyata terbukti semuanya hanya hoax dan pelintiran belaka.
Tetapi kita harus ingat bahwa saat ini sudah bulan-bulan terakhir Menjelang Pilpres 2019, hari Rabu 17 April 2019 nanti.
Maka itu badai fitnah ini mudah dipahami merupakan sebuah puncak kalap dan paniknya kubu yang sudah ketakutan bakal digilas habis oleh kemenangan telak Prabowo - Sandi di Pilpres 2019.
Hal ini jelas, karena beberapa lembaga survei menyatakan elektabilitas petahana sudah mentok dan cenderung merosot, sementara Prabowo - Sandi tak kenal jalan lain kecuali naik, naik dan terus naik.
Sehingga mungkin bagi kubu anti Prabowo - Sandi, strategi menyerang dan memfitnah Prabowo - Sandi dianggap akan bisa meredam laju meroketnya elektabilitas Prabowo - Sandi, padahal mereka salah.
Rakyat sudah cerdas dan tak bisa dibohongi lagi oleh hoax, fitnah dan isu-isu murahan. Masalah utama Indonesia adalah kegagalan ekonomi dan hal ini hanya satu obatnya yaitu Presiden gagal harus diganti.
Mayoritas rakyat sudah kompak hanya menginginkan satu hal: 2019 Ganti Presiden!