Pernyataan Sikap Solidaritas Umat Islam Poso Atas Tewasnya Qidam Alfarizki Mowance


Ahad, 12 April 2020

Faktakini.net

*SOLIDARITAS UMAT ISLAM POSO*

*SURAT PERNYATAAN*

konferensi Pers, 12 April 2020
Assalamulaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Sehubungan dengan adanya Korban penembakan yang terjadi pada tanggal 9 April 2020 bertempat di Desa Tobe Kec. Poso Pesisir Utara Kab. Poso yang mengakibatkan Meninggal Dunia Seorang laki-laki bernama *Qidam Alfarizki Mowance.*

Bahwa melihat secara fisik korban almarhum Qidam Alfarizki Mowance Meninggal dalam kondisi tidak wajar dimana diduga terjadi penganiayaan ditandai dengan adanya luka jahitan dari paha kiri sampai melewati kemaluan, adanya dugaan luka tusuk pada leher, bahu, dan sekitar rusuk kiri, adanya dugaan patah bagian paha kanan, adanya pembengkakan pada leher yang diduga patah, adanya memar pada belakang leher.

Maka dengan ini kami menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Mengecam dengan keras tindakan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian atas diri *Qidam Alfarizki Mowance.*

2. Bahwa kami yakinkan, bahwa *Qidam Alfarizki Mowance* bukan merupakan anggota kelompok manapun yang dihubungkan dengan TERORIS.

3. Bahwa tindakan kepolisian sangat bertolak belakang dengan prinsip praduga tak bersalah dimana korban di perlakukan tanpa melalui proses hukum yang jelas.

4. Meminta pihak kepolisian dalam hal ini POLDA sulawesi tengah menarik pernyataan dimedia yang menyatakan Almarhum Qidam Alfarizki Mowance adalah jaringan MIT Pimpinan Ali Kalora, karena korban sama sekali tidak terlibat dalam jaringan apapun.

5. Bahwa Qidam Alfarizki Mowance adalah masyarakat biasa yang tidak ada hubungannya dengan pergerakan terorisme dimanapun juga.

6. Meminta kepada pihak kepolisian untuk menjelaskan secara transparan persoalan ini kepada keluarga, karena kami yakin Qidam alfarizki Mowance tidak bersalah.

7. Meminta agar ditegakkan hukum se Adil-adilnya agar dikemudian hari anak bangsa tidak menjadi korban kebrutalan sepihak tanpa bukti awal yang jelas.

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan dan kepada keluarga korban dapat memberikan penjelasan lebih rinci tentang keberadaan korban sebelum meninggal dunia di tangan kepolisian.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT.
Wassalanh Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

Koordinator
Ustad Sugianto Kaimudin

Ikut Bertanda Tangan Sebagai Bentuk Kepedulian:

1. H. Arifin Tuamaka,S.Ag,MM (Ketua MUI Kab. Poso)
2. Hamzah (Amanatul Ummah)
3. Irwan Mowance (Ayah kandung Qidam)
4. Mukhtar (BPD Tambarana)
5. Ustadz Kasmuri Salamah, S.pd.I (Ketua DPW FPI Poso)