Hadiri Pemakaman Korban Dugaan Salah Tembak, Ketua FPI Sulteng Kecam Oknum Aparat
Kamis, 4 Juni 2020
Faktakini.net, Jakarta - Dugaan salah tembak oleh oknum aparat kembali terjadi di Sulawesi Tengah. Berikut ini kronologis menurut salah satu korban selamat :
"Pagi dinihari hari selasa tgl 2 Juni 2020 sekitar pukul 07.00 Papa Firman dan anaknya beserta 4 orang temannya berangkat dari dusun Sipatuo Desa Kilo menuju ke kebunnya yg berada di Pegunungan Kawende KM 9, Sesampainya di kebun mereka melakukan aktifitas memanen kopi bersama untuk di bawa pulang bertani singkat cerita sekitar pukul 14.00 (pukul 2 siang) mereka berencana untuk pulang rumah mereka di Dusun Sipatuo, karena hujan turun mereka berteduh di bawah rumah kebun mereka sambil nyantai2 sebagian mereka ada yang merokok sambil minum kopi,tiba2 terjadilah peristiwa penembakan itu, rentetan bunyi senjata mengarah ke mereka dan akhirnya 2 dari mereka terkena tembakan an.Syarifuddin (+/- 37 thn) dan Firman (+/- 16 thn)."
"Setelah penembakan terjadi, Papa Firman melihat anaknya Firman yg terkena tembakan tp msh dalam keadaan sadar berusaha untuk menyelamatkan anaknya dengan cara mengevakuasi ke tempat yg lebih aman, 2 orang yg lain pergi mencari temannya yg ada di KM 8 untuk meminta pertolongan, sedangkan yg 1 orang berada di Pondok bersama dngn jenazah Syarifuddin.
Di saat itulah Pelaku Penembakan yg notebene adalah aparat menghampiri Pondok itu". Ungkap salah satu korban saat di wawancara
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Tengah Ustadz Sugianto Kaimudin yang turut hadir di pemakaman mengecam tindakan penembakan oknum yang di duga aparat, "Hal ini sangat serius karena belum selesai kasus salah tembak Alm.Qidam yang juga di lakukan aparat kini kembali terulang kasus yang sama dan kasusnya seakan menghilang tanpa ada kejelasan, kita akan membantu keluarga korban dan saya katakan kepada keluarga jangan ada rasa takut di jalan kebenaran, dan kasus ini akan kami diskusikan dengan Kaimudin tokoh agama dan element ormas dan tidak menutup kemungkinan akan ada aksi protes dan kecaman tentang kasus ini" Jelas Ust Sugianto Kaimudin
Rentetan peristiwa penembakan
aparat terhadap masyarakat merupakan pelanggaran HAM berat yg mestinya setiap tindakan hukum harus melakukan prosedur hukum.
Saya ketemu dengan 8 orang anggota Brimob yang menyandang senjata, mereka minta agar parang yang kami bawa diserahkan kemudian mereka mendatangi saya dan minta maaf, setelah itu mereka larang kami mengangkat korban karena katanya mau ada pasukan Brimob yg akan melakukan evakuasi ungkap Makmur warga yg tinggal di km 8 desa kawende yg juga dengan penuh semangat ingin membantu membawa korban.
Sempat berdebat dan akhirnya kami di bolehkan naik untuk mengangkat korban yg sudah meninggal dunia imbuh Makmur dengan antusias menceritakan kronolgis ketika dia bertemu dgn aparat.
Kami ini masyarakat miskin ustadz, kami tidak tau harus mencari apa disini Krna tidak aman, kami disuruh ke kebun berkelompok agar supaya aman dari kelompok bersenjata eh ternyata malah di tembaki sama aparat secara berkelompok.
Kami serahkan ke ustadz untuk mengurus ini semua, kami ini tidak tau apa-apa dan anak sy firman itu adalah anak yg sedikit terganggu tidak seperti anak normal lainya, iya pamit saat akan berangkat bersama bapaknya, dia bilang sakit kepala dan saya beri obat dan dia terus memaksa untuk ikut rombongan ke kebun. Saya masih sangat ingat dia pamit dada Mama ...
Ibu almarhum Firmansyah menuturkan dengan linangan air mata saat di tanyakan kronologis keberangkatan si anak yg berujung kematian ...
Kini mereka berharap hukum masih bisa berpihak kepada kebenaran untuk mengungkap fakta yg sebenarnya.
Semoga almarhum mendapatkan Husnul khatimah dan keluarga yg di tinggalkan di beri kesabaran, harapan Ust Sugianto. Dalam kunjungan ke keluarga korban maupun kepada yg mengalami peristiwa mengenaskan tersebut FPI dan majelis ta'lim Khalid bin Walid Poso menyempatkan menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai untuk mereka gunakan dalam bertahan hidup dalam kondisi yg serba kekurangan itu.
Semoga bermanfaat dan jangan di liat dari seberapa yg kami berikan tetapi ini bagian dari rasa peduli kami sesama saudara se akidah.