Demo Tolak Omnibus Law Di Jakarta, Buruh Bawa Bebek Untuk Sindir Jokowi

 





Kamis, 15 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Ada tiga bebek yang mengikuti aksi unjuk rasa di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, hari Rabu (14/10/2020). Bebek-bebek itu rupanya sengaja dibawa oleh massa aksi buruh untuk menyindir Jokowi. 

Dari pantauan di lokasi, Rabu (14/10/2020), tampak massa buruh dari Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI) memadati lokasi yang berada di dekat pintu masuk Monas. Mereka menyampaikan aspirasinya menolak omnibus law UU Cipta Kerja.

Massa tampak membentangkan spanduk berisi aspirasi penolakan. Selain itu, ada mobil komando dengan oratornya yang terus meneriakkan orasi.

Tiba-tiba ada tiga buruh perempuan yang mendekati mobil komando sembari masing-masing memegang seekor bebek. Koordinator lapangan (korlap) aksi dari FSPASI bernama Nurdin mengatakan tiga bebek itu sebagai simbol sindiran.

“Itu artinya bentuk sindiran. Pak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia, presidennya orang Indonesia, dia lebih mementingkan nengokin Kalimantan ketimbang menemui rakyatnya yang beramai-ramai datang ke Istana,” ucap Nurdin.

Pada 8 Oktober lalu, saat aksi demonstrasi berlangsung di Istana, Presiden Jokowi  melakukan kunjungan ke Kecamatan Pandih Batu, Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk melihat peternakan bebek.

“Maka kami buruh berinisiatif, ngapain Pak Jokowi jauh-jauh ke Kalimantan kalau cuma mau lihat bebek. Kami bawain jauh-jauh dari Cileungsi ke sini. Kita anterin, kita anterin bebek itu,” lanjutnya seperti dikutip detik.

Nurdin juga menyebut UU Cipta Kerja merugikan buruh. Proses terbentuknya UU Cipta Kerja pun turut dikritiknya.

Sumber: kronologi.id