Habib Rizieq Dijemput Jutaan Umat, Ustadz Ismail: Karena Beliau Teguh Perjuangkan Kebenaran

 



Rabu, 11 November 2020

Faktakini.net, Jakarta - Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (MIY) mengungkap faktor penyebab kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab yang sudah tiga tahun di Kota Suci Mekkah disambut antusias jutaan umat Islam dari Bandara Soekarno-Hatta hingga Petamburan Jakarta.

“Antusiasme yang begitu besar dari umat Islam itu mencerminkan bahwasanya Habib Rizieq adalah tokoh yang kokoh dalam memperjuangkan kebenaran, karena itu umat begitu rindu menunggu kepulangan Habib Rizieq,” ujar Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (MIY) kepada Mediaumat.news, Selasa (10/11/2020).

Menurutnya keteguhan Habib dalam menyampaikan al-haq itulah membuat umat Islam rindu sehingga menyambut kepulangannya.

“Kekokohan dia, keteguhan dia untuk menyampaikan al-haq, satu ungkapan dia yang diucapkan dengan lantang dan jelas tanpa tedeng aling-aling di hadapan presiden dan menterinya, bahwa ayat suci harus di atas ayat konstitusi, jadi Habib Rizieq ini adalah sosok yang kokoh dalam menyampaikan al-haq, dan sekaligus menghapus yang bathil,” jelasnya.

Menurut MIY, perjuangan Habib Rizieq dinilai tidak pernah surut hingga tempo hari ini. MIY juga mengingat, Habib Rizieq pernah menyampaikan dengan tegas bahwa umat harus memperjuangkan syariat, tegaknya khilafah dan khilafah itu adalah ajaran Islam.

“Dengan tegas ia sampaikan di saat sekian banyak orang, tokoh, termasuk ormas Islam itu mencibir perjuangan itu,” kata MIY.

Kemudian, lanjut MIY, Habib Rizieq juga dilihat oleh umat Islam sebagai tokoh yang melakukan perlawanan terhadap rezim yang jahat kepada umat Islam khususnya. Meskipun Habib Rizieq berkali-kali menghadapi kriminalisasi, namun perjuangan melawan rezim yang sedemikian rupa tidak pernah surut.

“Segala cara digunakan untuk menaklukkan dia, kalau pakai istilah stick and carrot, stick itu dengan kekerasan yang begitu jelas tampak digunakan untuk menaklukkan Habib, ada 17 kasus dan dari sekian banyak itu adalah kasus-kasus kriminalisasi yang sebenarnya beliau tidak lakukan, seperti chat mesum dan sebagainya. Tapi beliau tidak tunduk,” jelasnya.

Sumber: mediaumat.news