Telak! Jokowi Ke Myanmar: Bebaskan Tapol, Demokrat: HRS, Jumhur, Syahganda Gimana?
Senin, 26 April 2021
Faktakini.info, Jakarta - Politisi Partai Demokrat, Taufiqurrahman tampak heran dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta Myanmar untuk melepaskan tahanan politik di negaranya.
Lantas, Taufiqurrahman melontarkan pertanyaan terkait dengan tahanan di negara sendiri, yakni Habib Rizieq Shihab, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat.
“Pak @jokowi anda minta bebaskan tapol di negara lain, terus itu Syahganda? Jumhur? Habib Rizieq?” katanya seperti dikutip dari akun Twitter pribadinya @taufiqrus pada Sabtu, 24 April 2021.
Diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan ada tiga hal yang diminta Indonesia kepada pemimpin militer Myanmar.
Permintaan tersebut disampaikan dalam ASEAN Leaders Meeting (ALM) yang dilaksanakan di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu.
"Dalam pertemuan ini saya juga menyampaikan pentingnya pemimpin militer Myanmar untuk memberikan komitmen, yaitu permintaan komitmen pertama adalah penghentian penggunaan kekerasan dari militer Myanmar," katanya.
Berikutnya, militer Myanmar harus melepaskan tahanan politik. Pada saat yang sama semua pihak harus menahan diri sehingga ketegangan dapat diredakan.
"Permintaan komitmen kedua, proses dialog yang inklusif harus dimulai, tahanan politik harus segera dilepaskan," tuturnya.
Jokowi memandang perlu pembentukan Special Envoy ASEAN, yaitu Sekjen dan Ketua ASEAN untuk mendorong dialog dengan semua pihak di Myanmar.
"Permintaan komitmen ketiga adalah pembukaan akses bantuan kemanusiaan dari ASEAN yang dikoordinasi Sekjen ASEAN bersama AHA Center (The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management)," katanya.
Menurut Jokowi, Indonesia akan berkomitmen untuk mengawal terus ketiga permintaan komitmen tersebut agar krisis di Myanmar dapat diatasi.
"Saya bersyukur bahwa apa yang disampaikan Indonesia ternyata sejalan dengan apa yang disampaikan para pemimpin ASEAN sehingga dapat dikatakan para pemimpin ASEAN telah mencapai konsensus," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi telah menyampaikan lima butir konsensus yang isinya lebih kurang sama dengan apa yang menjadi pernyataan nasional Indonesia.
Sebagai informasi, para pemimpin dan perwakilan negara ASEAN yang dalam ALM adalah Sultan Hassanal Bolkiah, Presiden Joko Widodo, Perdana Menteri Vietnam Phạm Minh Chính, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.
Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Filipina sebagai Utusan Khusus Filipina Teodoro L. Locsin Jr., Menteri Luar Negeri Thailand sebagai Utusan Khusus Thailand Don Pramudwinai, Menteri Luar Negeri Laos sebagai Utusan Khusus Laos Saleumxay Kommasith, dan Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlain.
Sebagaimana diketahui, penahanan terhadap Habib Rizieq Shihab beserta para Ulama dan aktivis oposisi, diduga juga masuk dalam kategori orang-orang yang ditahan akibat persoalan politik.
Nuansa kriminalisasi terlihat dalam penangkapan tokoh-tokoh yang dianggap sebagai musuh oleh pemerintah Jokowi ini.
Mereka adalah Habib Rizieq Shihab, KH Shobri Lubis, Habib Hanif Alatas, Habib Idrus bin Ali Alhabsyi, Habib Ali bin Alwi Alatas, Ustadz Haris Ubaidillah dan Ustadz Maman Suryadi.
Selain itu masih ada nama Habib Bahar bin Ali bin Smith, Habib Reyhan Algadrie, Gus Nur, Dr Syahganda Nainggolan, almarhum Ustadz Maaher At Thuwailibi, Anton Permana, Jumhur Hidayat dan lainnya.
Hingga saat ini mereka masih ditahan dan sebagiannya sedang menjalani persidangan dengan berbagai kasus yang terkesan dipaksakan.
Foto: Taufiqurrahman
Sumber: gelora.co