Gus Luthfi: Siapa Yang Pertama Kali Menulis Pohon Nasab? Imam Asy Syafi'i

 





Jum'at, 14 April 2023

Faktakini.info 

Siapa Yang Pertama Kali Menulis Pohon Nasab? Imam Asy Syafi'i 

Oleh Muhammad Luthfi Rochman 

Kami menulis ini karena sudah menganggap Kyai Imad Banten yang mencoba menyangkal nasab habaib keturunan Sayid Ubaidillah Bin Ahmad Bin Isa Al Muhajir telah gagal total dan menemui kebuntuan. Kecuali hujjah lemah yang dipaksakan teori baru beliau yang ternyata tidak memungkinkan untuk dipraktekkan.

Beliau mungkin malu mau mengakui sanggahan Kitab Abnaul Imam Karya Ibnu Toba Toba adalah kitab Palsu karena salah memahami antara Yahya Bin Ibrahim Toba Toba yang wafat pada tahun 478 H, tapi si kyai Imad menyangka kakeknya yaitu Muhammad Bin Ibrahim Toba Toba yang wafat pada tahun 199 H.

Terbukti beliau telah kalah karena tidak bisa menanggapi ini, Tapi malah membuat tulisan baru yang diunggah di website pesantrennya untuk menanggapi edaran dari Robithoh Alawiyah yang tidak terlibat secara khusus dengan masalah ini. Wahai Kyai Imad ini antara anda dan saya ayo kita selesaikan! Jangan gampang Menuduh Palsu kitab karya ulama dahulu. Yang Palsu jalan pikiranmu. 

Lalu Siapa Sebenarnya Yang Pertama kali Menulis Pohon Nasab?

Menurut Ibnu Taqtaqi Seorang ulama yang lahir pada tahun 660 Hijriyah orang yang pertama kali Menulis Pohon nasab atau Syajarotun Nasab adalah Muhammad Bin Idris Asy Syafi'i Imam Mazhab yang diikuti Fahruddin Arrazy dan mayoritas penduduk Indonesia termasuk Kyai Imad.

Dalam kitab beliau الاصيلي في انساب الطالبيين الطقطقي pada halaman 31-32 beliau Menulis tentang cerita ulama yang pertama kali Menulis Pohon nasab adalah Imam Asy Syafi'i yang dihadiahkan kepada Khalifah Harun Ar Rasyid, berikut tulisan beliau:

حكاية في حديث المشجر: حدثني علي بن محمد الدستجرداني ابو الحسن الوزير قال دخلت مدينة ساوة، فقصدت خزانة كتبها فرأيت بها من الأجزاء العتيقة بالخطوط المعتبرة ما يفوق الحصر ويستغرق الوصف.

ورأيت الجملة كتابا أهداه الشافعي إلى هارون الرشيد وعلى أول رقعة ما صورته :" أهديت إليك يا ابن سيد البطحاء شجرة أصلها ثابت وفرعها في السماء ، وأنا أشفع إليك في ضعفاء الحاج من ركب الريح و مصع الرشيح ، وكتبه محمد بن إدريس "

فإن كان الشافعي قد اخترع المشجر  فليس من ذكائه ببديع ولا من فضله ببعيد، ولله در مخترعه، فما احسن ما اخترع و سقى الغيث مبتدعه فما أعرف ما ابتدعه 

Artinya: Sebuah cerita tentang Pembuatan Pohon Nasab: Telah menceritakan kepadaku Ali Bin Muhammad Ad Dastajardani (Dastgerdan Sebuah Wilayah Di Khurasan) Abul Hasan Al Wazir , Beliau berkata: Saya telah memasuki kota Saveh (Sekarang Wilayah Iran Barat Daya Teheran) Maka saya memasuki Perpustakaan Kota tersebut yang berisi Perbendaharaan Kitab- Kitab nya dan Saya melihat ada beberapa bagian kitab tulisan tangan (makhtutoth) yang sangat banyak hingga tidak terhitung (dan beliau banyak memberi keterangan sifat-sifat kitab kitab tersebut).

Kemudian saya melihat sejumlah kitab yang dihadiahkan oleh Asy Syafi'i kepada Harun Ar Rasyid dan didepan lembaran tulisannya ada sebuah gambaran tertulis: "Kuhadiahkan Kepadamu Wahai Pemimpin Wilayah Batha (Kota di Irak) pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit (isyarat Surat Ibrahim: 24). Dan Saya meminta pertolonganmu untuk para jamah haji yang dhuafa berjalan kaki dan ototnya kelelahan. "Ditulis oleh Muhammad Bin Idris" (Asy Syafi'i, red).

Maka andaikan benar Asy Syafi'i yang pertama kali menggambar Pohon nasab tentu sudah sesuai dengan kecerdasan beliau, dan sudah pantas dengan keutamaan beliau. Allah lah yang telah mencipta memilih beliau sebagai perintisnya, serta alangkah indahnya gagasan dan amat pantas sekali hasil gagasan beliau. ( halaman 31 - 32).

Penutup

Maka Pohon nasab yang sudah dimiliki oleh para Syarif dan Habib keturunan Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam didunia ini adalah dapat dipertanggungjawabkan dan hanya orang kufur lah yang mencela nasab mereka. Na'uzubillah min zdalik.

Wahai kyai imad, belajar lah dari sejarah orang-orang Nashibi pembenci ahlu bait Nabi yang dahulu mencaci ahlu Bait di Mimbar- mimbar dalam sejarah daulah Umayyah semuanya terhinakan oleh sejarah Islam, Jangan kalau ulangi sejarah hina tersebut. Sementara ahlu Bait tetap Allah muliakan hingga akhir zaman sampai nanti datangnya Al Mahdi Al Muntazhor keturunan Nabi yang Nasabnya tidak terputus. Wallahu alam