[Video] Semprot Imad bin Sarman, Syekh Ali Jum'ah: Nasab Ba'alawi Shohih! Yang Meragukan Cuma Orang Goblok!
Ahad, 21 Juli 2024
Faktakini.info
PENDAPAT FADHILATU SYAIKH Dr. Ali Gomaa أ.د علي جمعة TENTANG NASAB BA ALAWI
Beberapa hari lalu serombongan Ulama' dari Kalimantan Selatan sowan kepada Syaikh Ali Jum'ah (Mantan Mufti Agung Mesir, Anggota Majelis Ulama' Kibar Al Azhar As Syarif), oleh beliau rombongan tersebut diberi waktu khusus (setengah jam) untuk mengajukan beberapa pertanyaan langsung kepada beliau.
Beberapa pertanyaan diantaranya "Bagaimana sikap kita kepada orang yang mengaku keturunan Nabi ﷺ?" dan "Bagaimana pendapat anda tentang keabsahan Nasab Ba Alawi ?".
Ya, kami tahu pendapat beliau tidak penting bagi Imadiyyah toh prinsipnya "meskipun para Mufti berkata apa saja" setidaknya kita kaum Nadlliyyin yang lumrah berprinsip "gandolan sorban" makin mantap kepada siapa "bergandolan".
Wallahu'alam
NB: link video lengkap Majelis ada di kolom komentar
...
Meragukan Nasab Ahli al-Bait
1. Apa kewajiban kita terhadap ahli al-bait secara umumnya?
Jawaban Maulana Syekh Ali Jum'ah hafizhahullah:
Allah SWT berfirman:
{ قُل لَّاۤ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَیۡهِ أَجۡرًا إِلَّا ٱلۡمَوَدَّةَ فِی ٱلۡقُرۡبَىٰۗ }
Katakanlah (wahai Muhammad), "Aku tidak meminta kepada kalian sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan."
[Surat Asy-Syura: 23]
Jadi Beliau ﷺ tidak menuntut dari kita harta maupun dunia, Beliau ﷺ meminta dari kita untuk peduli/sayang pada ahli al-bait.
Keberadaan ahli al-bait merupakan salah satu mukjizat, yang mereka semua itu dari jalur Sayyidah Fathimah 'alaihassalam.
Sebutan 'alaihassalam itu merupakan kata yang disematkan al-Imam al-Bukhari.. itu merupakan gelar yang disebutkan oleh para imam besar yang diberi hidayah dari kalangan ahlu as-Sunnah wa al-Jama'ah.
Sayyidah Fathimah merupakan salah satu dari 4 perempuan yang sempurna sebagaimana yang disebutkan dalam hadits: "Telah sempurna yang banyak dari kalangan laki2, dan tidak ada yang sempurna dari kalangan perempuan kecuali 4: Sayyidah Maryam, Sayyidah Asiyah, Sayyidah Khadijah binti Khuwailid & Sayyidah Fathimah".
Sayyidah Fathimah merupakan anggota keluarga yang paling cepat menyusul Sayyiduna al-Habib ﷺ.
Ahli al-Kisaa ada 5 yaitu Sayyiduna Nabi ﷺ, Sayyiduna Ali, Sayyidah Fathimah, Sayyiduna Hasan & Sayyiduna al-Husain.
Saat itu Sayyidah Zainab belum lahir.
{ مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَاۤ أَحَدࣲ مِّن رِّجَالِكُمۡ وَلَـٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِیِّـۧنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَیۡءٍ عَلِیمࣰا }
Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu,tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
[Surat Al-Ahzab: 40]
Anak laki2 Beliau ﷺ meninggal, karena di antara kebiasaan yang ditakdirkan Allah SWT adalah anak laki2 dari para Nabi; menjadi Nabi juga.
Memang ada anak Nabi Nuh 'alaihissalam yang menyimpang.. tapi ada anak laki2 Beliau yang lain yang menjadi Nabi.
Nah.. Sayyidah Zainab Binti Sayyiduna al-Habib ﷺ melahirkan Sayyidah Umamah, tapi beliau tidak punya keturunan.
Sementara dari Sayyidah Fathimah:
- Sayyiduna al-Hasan; garis keturunan beliau hanya lewat Sayyiduna al-Hasan al-Mutsanna.
- Sayyiduna al-Husain; menikah sekitar 40 kali; garis keturunan beliau hanya melalui Sayyiduna Zaid.
- Sayyidah Zainab; garis keturunan beliau diberi gelar al-Asbath.. Dan ada pembahasan apakah mereka tergolong ahli al-bait.. (Maulana menyebutkan beberapa judul kitab yang membahas hal itu & menyampaikan bahwa Keturunan Sayyidah Zainab ini termasuk ahli al-bait).
Jadi ada 30 juta ahli al-bait yang tercatat dalam Niqabah al-Asyraf.
Begitulah mukjizat keberadaan ahli al-Bait.. sementara orang yang menghinakan Sayyiduna Nabi ﷺ terputus keturunan.
{ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ }
Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus
[Surat Al-Kautsar: 3]
Ada khilaf siapakah orang yang membenci itu..
2. Apa sikap kita terhadap orang yang mengaku ahli al-bait tapi ada keraguan pada keabsahan nasabnya?
"Sallim taslam" (serahkan saja atau biarkan saja & jangan ikut campur; agar kamu selamat).. apa faedah yang kita dapatkan ketika kita menafikan (menolak) nasabnya?!
Dalam kenyataan hidup, kita melihat beberapa pihak yang membuat pernyataan heboh dengan menafikan nasab Raja al-Hasan bin Yusuf (raja Maroko) atau nasab asy-Syarif al-Husain (pimpinan Makkah).
Apa faedah dari meragukan keabsahan nasab?!
Sebagian ada yang tidak mengakui hanya katanya suatu nasab tidak disebutkan dalam kitab tertentu dll..
Hal2 omong kosong.. apalagi nasab keluarga besar itu dikenal umum.
Itu adalah bentuk membuang energi, dan penghinaan terhadap nilai kemanusiaan.
Buat apa kamu menentang atau melawan sesuatu permasalahan yang kamu tidak perlu ikut campur hal itu?!
Itu perbuatan yang bodoh atau kurang berakal.
Kewajiban kita terhadap ahli al-bait adalah menghormati, memuliakan & mencintai mereka.
Dulu ada seorang pemuda dari ahli al-bait didapati minum khamr (miras), dan hal itu sampai pada qadhi.. Dan diputuskan untuk dicambuk 40 kali.
Sang Qadhi pun melakukan pencambukan; setiap kali mencambuk, Sang Qadhi berkata: "Maafkan aku wahai Sayyidi, demi Sayyiduna Nabi, kakekmu yang mengatakan hal ini".
Itulah hati yang lembut.. yang mencintai ahli al-bait & Rasulillah ﷺ.
Jadi ketika terjadi keraguan terhadap keabsahan nasab lalu kamu berinteraksi dengannya sebagaimana kamu berinteraksi dengan ahli al-bait; hal itu makin menunjukkan kecintaan kamu pada ahli al-bait.
3. Apa pendapat Maulana Syekh Ali tentang nasab Sadah Ba'lawi?
Nasab Ba'lawi itu itu tsabit (benar/diakui) secara ijma'.. tidak ada kita menemui orang yang meragukan hal itu.
Dan jikapun ada yang meragukannya, maka kita katakan padanya: "Hiduplah dengan khayalanmu! Hasbunallah wa Ni'ma al-Wakil (pada Allah SWT kita bersandar atau berserah diri.. kata ini kadang dipakai di Mesir ketika dizhalimi sehingga menyerahkan pada Allah SWT untuk Menindak langsung orang yang zhalim itu)".
Upaya pengraguan itu adalah perbuatan yang rendah/hina.
~ Faedah pertemuan dengan Maulana Syekh Ali Jum'ah hafizhahullah pada malam asyura 1446H, senin malam 15 Juli 2024M bersama MUI HST, Kalimantan Selatan, Indonesia.
Tulisan ini sesuai dengan yang diingat.. nanti lebih jelasnya di video kalau sudah diupload.
Jum'ah Mubarakah untuk semua... mari shalawat pada Sayyidina al-Habib ﷺ & ahli bait Beliau..
Semoga tulisan ini bagian dari keberpihakan & kecintaan yang mendalam pada Sayyidina al-Habib & ahli baitihi....aamiin...
...
• Komentar Syaikh Ali Jum’ah tentang Nasab Habaib Ba’alawy
Baru saja dan masih sangat “fresh” sekali, seorang ulama besar Mesir yang sangat disegani dan diakui kealimannya, mantan Grand Mufti negri Mesir yaitu Syaikh Ali Jum’ah juga ikut berkomentar tentang nasab Habaib Ba’alawi, kemarin beliau ditanya :
السؤال الثاني ما رأيكم في نسب السادة باعلوي
“ pertanyaan kedua : bagaimana pendapat anda tentang nasab Sadah ( para Sayyid Ba’alawy ) ? “
Beliau menjawab :
ثابت بالإجماع ثابت بالإجماع واحد با فاس ؟ يطلع ينكر النسب الشريف مع نفسه ايش مع ربه هو حرّ باعلوي نسبهم ثابت عندنا بالإجماع لم نر أحدا يشكك فيه عبر التاريخ أصله مش موجود في الكتاب الفلاني أصله مش موجود في الكتاب العلاني عش حياتك أقعد متملي كذا متشكك حسبنا الله و نعم الوكيل فهذا كلام حمل من السخف ما الله به عليم
“ valid menurut ijma’ ( kesepakatan) para ulama, sah menurut ijma’. (Adapun) seseorang yang muncul dan menginkari nasab mulia ( Habaib ) ini, maka itu urusannya dengan Tuhan-nya, dia bebas berpendapat apa saja. Akan bagi kami nasab mereka ( Habaib ) sah dan valid secara ijma’, tidak pernah saya melihat sepanjang sejarah orang yang meragukan nasab Ba’aalwyً”
Jauh sebelum beliau, seorang “Allamah” muda Al-Azhar Sayyid Usamah Al-Azhari juga pernah menyampaikan :
السادة باعلوي من أعرق بيوت النسب النبوي الشريف و على المشاهدين الكرام أن يربط في ذهنه الحبيب علي الجفري و الحبيب عمر بن حفيظ و الحبيب عبد القادر السقاف شيخهم و شيخنا و شيخ الكلّ هذه المدرسة العريقة الممتلئة من كم فياض من المعاني و الروحانية و التربية و الذوق و حماية جوهر الإسلام
السادة باعلوي هؤلاء عبر التاريخ بيوت حافلة بالولاية و العلم و البحور في العلم و المعرفة و الولاية
“ keluarga Ba’alawy termasuk salah satu keluarga Nabi yang mulia , yang merupakan salah satu keluarga terkuno. Bayangkan saja dalam benak kalian sosok Habib Ali Al-Jufri, Habib Umar Bin Hafidz, dan Habib Abdul Qodir Assegaf guru kami semua. sejak dulu keluarga Ba’alawy ini penuh dengan ilmu dan kewalian, banyak diantara mereka bagaikan “lautan” ilmu, makrifat dan kewalian “
dan jauh sebelum beliau berdua sudah ada komentar dari Rais Aam PBNU Kh. Miftahul Akhyar, Ketua PBNU Gus Yahya, Kiai Abdullah Kafabihi Lirboyo, Gus Kautsar Ploso yang semuanya secara tegas dan yakin menyatakan bahwa nasab Habaib Ba’alawy sama sekali tidak diragukan keabsahannya. pondok-pondok “raksasa” seperti Sidogiri, Sarang, Langitan, Lirboyo, Ploso, Demangan Syaikhona Kholil dll juga sudah cukup jelas sikapnya mengenai nasab Habaib
setelah ada fatwa dari Syaikh Ali Jum’ah haruskan kita menunggu respon dari Kiai Imad Dkk ? saya rasa tidak perlu, jawabannya pasti sama, bagi Kiai Imad dan pendukungnya, siapapun yang tidak sependapat dengan mereka akan dicap sebagai orang yang “tidak paham ilmu nasab”, pakar nasab internasional sekelas Sayyid Mahdi Raja’i saja dibilang “lucu dan kurang banyak baca kitab nasab ” 😅😄
Kiai Imad sendiri sudah menegaskan bahwa meskipun semua ulama di dunia ini berfatwa Ba’alawy adalah Dzurriah Nabi, beliau tidak akan pernah percaya ( jangankan Mufti Mesir, Mufti surga sekalipun yang berfatwa Kiai Imad akan tetap keukuh dengan kesimpulannya )
“ wa in afta al-muftun.. wa in aftal muftun”
sebuah statement yang membuat saya bertanya-tanya kajian Kiai Imad ini apakah benar-benar “ilmiah” yang mencari kebenaran atau justru “Ngeyeliah” ( Inad / عِناَدْ ) yang hanya mencari pembenaran ? “Dalih” utama beliau adalah terus menuntut syarat-syarat “uniq” seperti kitab sezaman yang entah ulama pakar nasab mana yang menjadikannya sebagai patokan untuk “menafikan” dan “menganulir” suatu nasab atau keturunan
Dalam berbagai episode pembahasan nasab ini, Kiai Imad Dkk dengan segala “kengeyelan” mereka seakan ingin mengajari kita untuk tidak respek, mencurigai bahkan tidak percaya kepada para ulama-ulama yang sudah teruji dan terbukti keilmuannya. dan sebagaimana beliau Kiai Imad punya hak untuk “tidak percaya”, kita juga punya hak yang sama untuk tidak percaya kepada beliau dan para “mufti-mufti-an”-nya seperti Gus Plered, Gus Ihyak, Gus Mogi bahkan Mama Gufron sekalipun
Sekali lagi, seterusnya dan untuk kesekian kalinya, kita memang tidak harus berfikiran sama, tapi mari kita sama sama berfikir
• Ismael Amin Kholil, Bangkalan, 22 Juli 2024
Klik video: