Nama Sayyid Idrus Aljufri diabadikan jadi Nama Bandara, Sekte Imad Ngiri
Nama Sayyid Idrus Aljufri diabadikan jadi Nama Bandara, Sekte Imad Ngiri
Nama Habib ada yang diabadikan nama Bandar Udara Mutiara SIS Al Jufri sebagai penghormatan atas dakwah dan pendidikan yang konsisten menentang penjajahan di Indonesia sedangkan si Imad kelak diabadikan di Batu Nisan
Segeralah SERET, TANGKAP dan PENJARAKAN Fuad Plered yang menghina Habib Idrus bin Salim Al-Jufri sebagaimana yang dapat disaksikan dalam video pada https://youtube.com/watch?v=2Pj6X0E77VM atau.pada https://www.facebook.com/share/v/1HSEoQpb6C/
#Tangkappenjarakanfuadplered
Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau yang juga biasa dipanggil SIS Aljufri singkatan dari Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri, nama Beliau diabadikan sebagai nama Bandar Udara di Palu yang awalnya sejak tahun 1957, Presiden Soekarno memberikan nama Bandar Udara Mutiara dan pada tahun 2014, pemerintah Indonesia mengubah namanya menjadi Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri.
Perubahan nama ini dilakukan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 178 Tahun 2014 sebagai penghormatan atas peran Sis Al-Jufri dalam pencerdasan masyarakat melalui dakwah dan pendidikan. Sis Al-Jufri juga merupakan seorang tokoh yang konsisten menentang penjajahan di Indonesia sebagaimana yang diberitakan pada https://bandaramutiarasaj.com/sejarah/
Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kemenkumham RI telah menyelesaikan proses verifikasi terhadap Habib Idrus bin Salim Al-Jufri yang telah menetap di Nusantara semenjak tahun 1928 sampai dengan 1969, yang lahir dari rahim seorang Ibu bernama Andi Syarifah Nur binti Muhammad Aljufri yang lahir di Wajo Sulawesi Selatan berkebangsaan Indonesia serta Ayah Habib Salim Al-Jufri Warga Negera Asing kewarganegaraan Arab (Yaman/Hadramaut).dan menyatakan bahwa Guru Tua telah memenuhi seluruh persyaratan dan memperoleh pengesahan sebagai WNI sebagaimana tertuang dalam surat nomor AHU.4.AH.10.01-300 tanggal 18 Juli 2024 sebagaimana yang diberitakan pada https://sulteng.kemenkum.go.id/berita-utama/guru-tua-akhirnya-sah-jadi-wni-selangkah-lagi-jadi-pahlawan-nasional
***** awal kutipan *****
“Ini menjadi hari bersejarah bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah, karena sosok yang berjasa besar bagi pendidikan dan dakwah di daerah ini telah diakui sebagai WNI. Tentu, ini menjadi salah satu langkah upaya kita agar beliau dapat ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” ungkap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi tengah (Kakanwil Kemenkumham Sulteng),, Hermansyah Siregar, saat menyerahkan surat pengesahan, Senin, (29/7/2024) siang.
***** akhir kutipann *****
Kementerian Sosial bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) membahas pengusulan calon Pahlawan Nasional tahun 2025.
Semangat kerukunan dan kebersamaan menjadi dasar penentuan gelar kali ini sebagaimana yang diberitakan pada https://kemensos.go.id/berita-terkini/menteri-sosial/10-Tokoh-Diusulkan-Jadi-Pahlawan-Nasional,-Mensos-Gus-Ipul-:-Semangatnya-Mikul-Duwur-Mendem-Jero
***** awal kutipan *****
Semangat tersebut kemudian menjadi pedoman bagi anggota TP2GP yang terdiri dari Staf Ahli, akademisi, budayawan, perwakilan BRIN, TNI, serta Perpustakaan Nasional. Selain lintas unsur sosial, mekanisme pengusulan Pahlawan Nasional juga harus melalui tahapan berjenjang dari tingkat daerah hingga ke pemerintah pusat.
“Jadi memenuhi syarat melalui mekanisme. Ada tanda tangan Bupati, Gubernur, itu baru ke kita. Jadi memang prosesnya dari bawah,” kata Mensos Gus Ipul.
***** akhir kutipan *****
Habib Idrus bin Salim Aljufri yang dipanggil "Guru Tua" pendiri Al Alkhairaat salah satu dari sepuluh yang dicalonkan sebagai Pahlawan Nasional tahun 2025 yang diusulkan oleh lima gubernur sebagaimana yang diberitakan pada https://antaranews.com/berita/4741741/alkhairaat-sebut-usulan-pahlawan-nasional-guru-tua-oleh-lima-gubernur
***** awal kutipan *****
Mungkin guru tua, satu-satunya calon pahlawan nasional yang diusulkan oleh lima gubernur yakni Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Kalimantan Utara dan Maluku Utara," kata Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat Djamaluddin Mariadjang di Palu, Kamis (27 Maret 2025)
Dia mengatakan, banyak yang bertanya, kenapa Sulawesi Utara mendukung pencalonan guru tua, yang mayoritas beragama nonmuslim.
"Guru tua tokoh moderat. Moderasi beragama telah dilakukan Habib Idrus sejak pertama kali membangun Alkhairaat," ungkapnya.
Bahkan sampai saat ini kata dia, di Sulawesi Utara, banyak madrasah Alkhairaat bertebaran untuk semua jenjang pendidikan dan hubungan ulama Alkhairaat dengan pemerintah juga sangat baik.
"Sejak awal mendirikan madrasah Alkhairaat, Guru Tua telah menggunakan saudara nonmuslim sebagai tenaga pendidik," ungkapnya.
Hingga saat ini, banyak satuan pendidikan Alkhairaat menggunakan saudara nonmuslim sebagai guru dan pengajar di semua jenjang pendidikan hingga perguruan tinggi.
"Presiden Indonesia pertama Soekarno bahkan mengakui kemampuan Habib Idrus sebagai tokoh yang membuat pembaruan Islam di kawasan timur Indonesia," katanya menegaskan.
****** akhir kutipan ******
Sedangkan si Imad, namanya kelak diabadikan di Batu Nisan dan rujukan fırqah IMADIYAH digelari Al Kadzab artinya si Pembohong oleh Tengku Qori karena Imaduddin bin ????? merungkad atau membegal nasab para Habib berdalilkan berbagai BERITA BOHONG alias HOAX seperti
1. Dengan BERITA BOHONG alias HOAX yakni firqah IMADIYAH menetapkan Rasulullah dan Sayyidina Ali dari Y-DNA yang sama BUKAN berdasarkan DATA atau FAKTA yakni TANPA menggali makam untuk mendapatkan sampel DNA namun BERDASARKAN percaya dengan kabar dari orang-orang FASIK sehingga dengan firqah IMADIYAH menetapkan Haplogroup J1 maka sama artinya mereka menghina Rasulullah turunan Monyet yang Bijak atau Sapiens dalam bahasa Latin sebagaimana yang telah disampaikan pada https://www.facebook.com/share/p/1912JLewFu/
2. Dengan BERITA BOHONG alias HOAX yakni kumpulan tulisan Imaddudin bin ???? yang dikatakan sebagai TESIS oleh firqah IMADIYAH adalah PLAGIAT alias NYONTEK karena mirip dengan tulisan tahun 2009 di tanzeeh blogspot com sebagaimana yang telah disampaikan pada https://www.facebook.com/share/p/1BXegcTgPh/
3. Dengan BERITA BOHONG alias HOAX yakni Kitab Sajarah al Mubarokah rujukan utama fırqah IMADIYAH memuat FITNAH seolah-olah Imam Fakhrurrazi yang dikatakan sebagai penulis kitab adalah pengikut fırqah Syiah Imamiyah yakni Syiah Dua Belas Imam sebagaimana yang telah disampaikan pada https://www.facebook.com/share/p/1A7zsSjTk3/
4. Dengan BERITA BOHONG alias HOAX yakni seolah-olah Wali Songo seperti Sunan Gunung Jati adalah keturunan Imam firqah Syiah yang ketujuh yakni Sayyid Musa Al Kadzim sebagaimana yang telah disampaikan pada https://www.facebook.com/share/p/1GdUJAHjGK/
5. Dengan BERITA BOHONG alias HOAX seperti "mengaitkan" dengan hasil Muktamar NU ke 31 karena dalam muktamar tersebut telah disampaikan bahwa tes DNA hanya untuk MENAFIKAN atau membatalkan SEBATAS nasab orang tua dengan diduga anak sebagaimana yang telah disampaikan pada https://www.facebook.com/share/p/194m8xZp4b/
6. Dengan BERITA BOHONG alias HOAX yakni dalam bentuk framing karomah dikatakan khurafat seperti contohnya firqah IMADIYAH mengingkari Ash-shalatu Mi'rajul Mukmin yakni Shalat merupakan Mi'rajnya orang yang beriman MEMBUKTIKAN mereka belum dapat merasakan ketika Tasyahud membaca ucapan salam Rasulullah kepada Allah sebagaimana yang telah disampaikan pada https://www.facebook.com/share/p/1Dspa8X58X/
7. Dengan BERITA BOHONG alias HOAX yakni FITNAH dalam bentuk framing perilaku para Habib yang lisannya dianggap "kasar" seperti contohnya seolah-olah Habib BS mencaci maki isi kitab Al Barzanji sebagaimana yang telah disampaukan pada https://www.facebook.com/share/p/1DuHqAW4RG/
Begitu pula perilaku para Habib TIDAK BISA digunakan sebagai DALIL untuk menolak atau membatalkan nasab para Habib
BOLEH jadi ketika jalan lain telah buntu, seorang Habib yang melihat KEMUNGKARAN terpaksa menggunakan LISANNYA untuk mentaati SUNNAH Rasulullah.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Barang siapa melihat kemungkaran, maka hendaknya ia merubah dengan tangannya, jika tidak mampu, maka hendaknya merubah dengan lisannya, jika tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan yang demikian itulah selemah-lemahnya iman”. (HR. Muslim)
Rasulullah telah menubuatkan dalam sabdanya bahwa KELAK akan bermunculan para PENGUASA NEGERI yang kalian mengenalinya dan kalian MENGINGKARINYA maka cukup DIINGKARI saja dalam hati dan TETAP menjaga PERSATUAN dan KESATUAN karena,
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
سَتَكُونُ أَمَرَاءُ فَتَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ
“akan terjadi sesudahku para PENGUASA yang kalian MENGENALINYA dan kalian MENGINGKARINYA.
فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ
Barangsiapa yang MENGINGKARINYA maka sungguh ia telah BERLEPAS DIRI. Akan tetapi (turut berdosa) bagi siapa saja yang ridha dan terus mengikutinya (HR. Muslim 3446 atau Syarh Shahih Muslim 1854).
Al Imam Al Hafizh An Nawawi mengatakan, “Di dalam hadits ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa orang yang tidak mampu melenyapkan kemungkaran tidak berdosa semata-mata karena dia tinggal diam, akan tetapi yang berdosa adalah apabila dia meridhai kemungkaran itu atau tidak membencinya dengan hatinya, atau dia justru mengikuti kemungkarannya.” (Syarh Muslim 6/485)
Contohnya kita dapat menyaksikan kezaliman atau ketidakadilan yang mendera rakyat dalam kehidupan sehari-hari karena hukum tidak lagi dipergunakan untuk mengatur supaya kehidupan menjadi tertib dan teratur.
Rakyat merasakan kezaliman atau ketidakadilan terjadi karena rakyat melihat hukum disalahgunakan untuk MENEKAN da,lĺn MERANGKUL.
Rakyat merasakan kezaliman atau ketidakadilan terjadi karena rakyat melihat hukum disalahgunakan untuk memenjarakan rakyat, hukum digunakan sebagai alat untuk mengunci mulut-mulut rakyat yang kritis terhadap kebijakan penguasa negeri (UMARO).
Oleh karenanya sebaiknya kita membenci atau minimal sedih dan prihatin terhadap kemungkaran seperti kezaliman atau ketidakadilan penguasa negeri (UMARO).
Negeri kita akan diazab Allah jika membiarkan kemungkaran seperti kezaliman atau ketidakadilan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mengazab manusia secara umum karena perbuatan khusus (yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang) hingga mereka melihat kemungkaran di tengah-tengah mereka, mereka mampu mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika itu yang mereka lakukan, Allah mengazab yang umum maupun yang khusus. (HR Ahmad).
Wassalam
Zon di Jonggol, Kabupaten Bogor 16830