Sayyid Idrus Ali al Habsyi: Awas politik licik dan politik adu domba dari orang yg ingin merubuhkan Bhineka Tunggal Ika dgn penafsirannya yg sempit dan picik

 



Jum'at, 4 April 2025

Faktakini.info

Awas politik licik dan politik adu domba dari orang yg ingin merubuhkan Bhineka Tunggal Ika dgn penafsirannya yg sempit dan picik

(Sayyid Idrus Ali al Habsyi. S. Fil.I)

Sungguh prihatin beberapa tahun belakangan ini kita melihat ada sekelompok orang yg selalu memecah belah dengan menyerang suku, ras bahkan menghina tokoh tokoh agama dari kalangan ras,suku tertentu. Seperti narasi penyebutan non pribumi bagi keturunan Arab Indonesia. Bahkan tidak segan segan mereka menghina tokoh agama dari kalangan keturunan Arab Yaman, yang akhir akhir ini lagi ramai bagaimana seorang tokoh besar di wilayah Indonesia Timur yaitu Sayyid Idrus bin Salim al Jufri atau yg lebih dikenal dgn sebutan Guru Tua, beliau dihina dgn kata kata yg tidak pantas oleh orang yg tidak tau malu dan dia telah memancing kemarahan umat Islam wa bil khusus masyarakat Indonesia Timur. Kita tau Guru Tua sangat dicintai oleh masyarakat Indonesia Timur bahkan non muslim disanapun sangat menghormati sosok Guru Tua. Beliau Guru tua sosok yg sangat berjasa dlm bidang pendidikan dgn bukti nyata peninggalan lembaga pendidikan yg bernama al Khairat yg kini mempunyai cabang kurang lebih 1500 cabang. Bahkan beliau pun sosok yg sangat mencintai Indonesia dgn syair nya beliau sangat bangga dgn simbol bendera merah putih.

Maka dari kalau kita lihat sejarah ketika para pendiri bangsa ini menancapkan pilar Bhineka Tinggal Ika, yang bermakna menyadari akan keberagaman budaya, etnis, bahasa, suku dan agama, tetapi dgn adanya keberagaman itu kita tetap bersatu dan dgn banyak nya keberagaman tersebut tidak membuat kita berpecah belah. Justru dgn adanya perbedaan perbedaan itu membuat kita tetap bersatu. Para pendiri bangsa kita menyadari sepenuhnya bahwa dgn menumbuhkan rasa semangat persatuan kesatuan serta keberagaman diseluruh wilayah negara Indonesia, untuk itulah semboyan Bhineka Tunggal Ika diangkat menjadi semboyan bangsa Indonesia yg diabadikan dlm lambang negara Garuda Pancasila.

Bangsa Indonesia sudah berabad abad hidup dlm keberagaman dan perbedaan. Perbedaan warna kulit, bahasa, adat istiadat, agama, suku dll. Perbedaan tersebut dijadikan oleh para pendahulu kita sebagai modal utk membangun bangsa ini menjadi sebuah bangsa yg besar. Sejarah mencatat bahwa seluruh anak bangsa yg berasal dari berbagai suku semua terlibat dlm memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Semua ikut berjuang dgn mengambil peran masing masing

Maka dari itu kemajemukan ini harus dijaga hubungan satu dengan yang lainnya agar tidak menjadi penghalang bagi keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia. Kemajemukan dlm keharmonisan adalah modal penting bagi kelestarian NKRI. Mereka walaupun berbeda beda tapi tetap satu yaitu Indonesia, itulah sebabnya Bhineka Tunggal Ika menjadi semboyan NKRI

2 Semangat Nasionalis Keturunan Arab Indonesia

Akhir akhir ini muncul narasi licik dan adu domba dengan penyebutan non pribumi bagi keturunan Arab Indonesia. 

Dulu kolonial Belanda menginginkan golongan Arab keturunan yg ada di Indonesia adalah bukan pribumi, dan membuat narasi bahwa keturunan Arab Indonesia bukan bagian dari bangsa Indonesia.

Tetapi Nasionalis Arab dan keturunannya di Indonesia melawan itu semua dan mengatakan kami adalah bagian dari bangsa Indonesia dan tanah air kami adalah Indonesia. Dan ini dibuktikan dgn sumpah pemuda keturunan Arab pada 4 Oktober 1934 yang memiliki tiga butir, yaitu 

1.Tanah air peranakan Arab adalah Indonesia 

2.Peranakan Arab harus meninggalkan kehidupan menyendiri dan berbaur dengan bangsa Indonesia lainnya, jangan mau dipisahkan oleh politik Belanda yg ingin memisahkan antara golongan timur asing arab dan pribumi

3.Peranakan Arab memenuhi kewajibannya terhadap tanah air dan bangsa Indonesia

Ki Hajar Dewantara mengatakan kesadaran sumpah pemuda keturunan arab tidak saja penting bagi saudara kita yg berketurunan arab , namun penting pula untuk kita semua yg bercita cita untuk kesatuan bangsa

KH. Mas Mansur mengatakan kebangkitan kesadaran bukan hanya menginsyafkan keturunan arab akan pentingnya persaudaraan sebangsa, tetapi juga menginsyafkan kita semua bangsa Indonesia tentang peranakan keturunan arab

Adam Malik (mantan wakil presiden) mengatakan gerakan keturunan arab menyatukan diri dengan semua gerakan rakyat Indonesia, baik gerakan politiknya yang melahirkan PAI (persatuan Arab Indonesia) maupun program sosial ekonominya telah menyatu dgn gerakan gerakan rakyat. Dalam memajukan da'wah Islam, tentunya keturunan arab yg pulalah yg mempelopori pendidikan dan kepemimpinan madrasah madrasah yg ada. Keturunan Arab Indonesia berjuang bersama sama dengan tidak lagi menonjolkan asal keturunan, tetapi telah menyatukan semua langkah dan gerakannya dan berjuang dengan seluruh rakyat Indonesia

Muhammad Hatta (mantan wakil presiden Indonesia) mengatakan sumpah pemudah Indonesia keturunan Arab yg berisikan tanah air peranakan Arab adalah Indonesia. Dan karenanya mereka harus meninggalkan kehidupan menyendiri. Ini menunjukan mereka keturunan Arab memenuhi kewajibannya terhadap tanah air dan bangsa Indonesia, dan mereka ikut dlm peperangan dan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ini menunjukan bahwa keturunan Arab benar benar berjuang untuk kemerdekaan bangsa dan tanah airnya yang baru. Indonesia sudah benar benar menjadi tanah air bagi keturunan Arab Indonesia